0

Halo sahabat selamat datang di website tipspoduktif.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Daftar Penyakit yang Tidak Dicover Asuransi Kesehatan oleh - tipspoduktif.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Polis asuransi yang memuat kewajiban dan hak manfaat harus dipahami betul oleh nasabah. Di dalam produk asuransi kesehatan, ada beberapa penyakit yang tidak dicover asuransi alias tidak ditanggung asuransi. Berikut penjelasannya untukmu.

Daftar Penyakit Yang Tidak Dicover Asuransi Kesehatan

Sesuaikan Manfaat Asuransi dengan Kebutuhan

Asuransi kesehatan adalah sebuah produk finansial yang memberikan jaminan nasabah pada berbagai risiko kesehatan. Sehingga saat terjadi sebuah kecelakaan atau penyakit yang diidap nasabah, maka biaya pengobatan dan perawatannya akan ditanggung oleh pihak perusahaan asuransi.

Dengan nilai premi yang dibayarkan, kamu bisa menikmati berbagai layanan kesehatan dengan nilai uang pertanggungan yang menguntungkan. Memiliki asuransi akan memberi keringanan, terutama untuk kamu yang belum memiliki dana darurat yang cukup.

Sebab, premi asuransi dibayar sebulan sekali saja dengan nilai yang terjangkau. Sehingga kapanpun terjadi risiko kesehatan, pelayanan kesehatan dijamin kamu dapatkan.

Namun, memilih asuransi kesehatan memang bukan perkara yang mudah. Kamu harus menyesuaikannya dengan kebutuhan, kemampuan membayar premi bulanan, serta memahami betul daftar penyakit yang tidak dicover asuransi kesehatan maupun yang dicover.

Juga, cek daftar rumah sakit dan lembaga kesehatan lain yang menjadi rekanan pihak asuransi tersebut. Biaya layanan kesehatan di rumah sakit non-rekanan akan praktis ditolak sebagai klaim.

Penyakit yang Tidak Dicover Asuransi Kesehatan

Inti dari manfaat asuransi kesehatan memang memberi pertanggungan layanan kesehatan nasabahnya. Namun bukan berarti semua penyakit atau keluhan kesehatan akan dicover olehnya.

Untuk mendapat perlindungan pada penyakit-penyakit itu, kamu akan diarahkan pada produk asuransi yang sesuai atau disarankan untuk mengambil manfaat tambahan yang berarti harus membayar premi lebih.

Agar kamu lebih paham dengan seluk beluk manfaat asuransi kesehatan, berikut ini daftar penyakit yang tidak dicover pihak asuransi kesehatan.

1. Penyakit Bawaan

Penyakit yang tidak dicover asuransi kesehatan yang pertama adalah penyakit bawaan. Yang dimaksud dengan penyakit bawaan adalah penyakit yang diderita Tertanggung akibat penyakit keturunan, kelainan tubuh sejak lama atau cacat tubuh sejak lahir.

Misalnya seperti asma, penyakit yang berkaitan dengan seseorang yang berkebutuhan khusus, hernia, dan sebagainya.

2. Penyakit Langka

Pihak perusahaan asuransi juga umumnya tidak memuat penyakit langka sebagai penyakit yang diberikan jaminan. Jenis penyakit langka yang dimaksud adalah penyakit yang kasusnya sangat jarang ditemui di dunia.

Misalnya seperti kelainan otot, penyakit genetik pada bayi yang mengakibatkan perkembangan otak terganggu, dan lain-lain.

3. Penyakit Kritis

Salah satu penyakit yang tidak dicover asuransi kesehatan selanjutnya adalah penyakit-penyakit kritis yang mematikan. Biaya penyakit kritis juga umumnya sangat mahal dan perawatannya harus dilakukan secara intensif.

Jenis-jenis penyakit kritis tidak dicover adalah penyakit jantung, gagal ginjal, kanker, stroke, paru-patu, diabetes, dan lain sebagainya.

Namun, ada pula asuransi yang menanggung penyakit-penyakit di atas. Untuk mendapat manfaat itu, kamu harus memilih produk asuransi khusus penyakit kritis.

(Baca Juga: Rekomendasi Asuransi Penyakit Kritis Untuk Keluarga)
4. Penyakit Kritis Stadium Awal

Sebagian asuransi kesehatan juga ada yang memasukkan penyakit kritis sebagai penyakit yang dijaminkan biayanya. Dengan catatan, penyakit itu diidap pada tahap stadium akhir. Sedangkan penyakit kritis stadium awal adalah penyakit yang tidak dicover asuransi kesehatan.

Untuk itu, kamu harus memahami setiap detil manfaat dalam polis asuransi, ya. Jangan sampai terkecoh dengan manfaat yang kemudian dipahami dengan arti yang berbeda olehmu.

5. Penyakit Psikologis

Sama seperti penyakit kritis, beberapa perusahaan asuransi juga tidak menyertakan penyakit psikologis ke dalam tawaran manfaat polis.

Untuk para calon nasabah yang mengingkan manfaat perlindungan ini bisa memilih produk asuransi yang memuat penyakit psikologis sebagai penyakit yang dicover.

6. Penyakit yang Disebabkan Wabah

Penyakit yang disebabkan oleh wabah akan menyebar dengan cepat di beberapa daerah. Sehingga jumlah penderitanya akan sangat banyak. Ternyata, penyakit seperti ini juga masuk ke daftar penyakit yang tidak dicover asuransi kesehatan.

Misalnya saja seperti ebola, polio, malaria, kolera, flu burung, dan lain sebagainya.

Nah, di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang yang sudah sangat mendunia, beberapa perusahan asuransi akhirnya ada yang menawarkan perlindungan kepada korban Covid-19. Sekalipun Covid-19 merupakan penyakit akibat wabah.

7. Penyakit yang Diidap Sebelum Memiliki Asuransi

Selain itu, salah satu penyakit yang tidak dicover adalah penyakit yang diidap sebelum kamu membeli asuransi kesehatan. Sebelum membeli asuransi kesehatan, calon nasabah harus melakukan check-up kesehatan.

Sehingga apabila ditemukan penyakit tertentu, maka penyakit itu akan dimasukkan ke dalam daftar penyakit yang tidak dicover asuransi kesehatan.

Tetapi, ada juga produk asuransi yang tidak memerlukan check-up kesehatan secara keseluruhan. Semuanya tergantung dengan ketelitianmu saat ingin mengajukan asuransi kesehatan.

(Baca Juga: Layanan dan Penyakit yang tidak dicover BPJS Kesehatan)
8. HIV/AIDS

Pengidap HIV/AIDS pasti akan memiliki imunitas tubuh yang lemah, sehingga mudah sekali terserang penyakit. Maka dari itu, sebagian besar perusahaan asuransi memasukkan HIV/AIDS sebagai penyakit yang tidak dicover asuransi kesehatan.

Selain itu, HIV/AIDS juga dianggap sebagai penyakit yang timbul karena faktor kesengajaan akibat penyalahgunaan narkoba melalui jarum suntik, maupun akibat seks bebas.

9. Pengecekan dan Perawatan Kehamilan

Segala perawatan kehamilan mulai dari pengecekan kehamilan awal, biaya kasus keguguran, biaya layanan IGD yang berkaitan dengan keluhan kandungan saat hamil, serta biaya melahirkan tidak dicover oleh asuransi kesehatan.

Demikian pula dengan perawatan anak pasca kelahiran, seperti imunisasi bayi atau pengecekan kesehatan ibu dan bayi pasca kelahiran tidak termasuk sebagai tanggungan.

10. Penyakit yang Dikecualikan

Penyakit yang tidak dicover asuransi kesehatan yang terakhir adalah penyakit yang sejak awal memang dikecualikan dalam polis asuransi. Ya, perusahaan asuransi memiliki daftar penyakit yang dikecualikan di dalam sebuah lembar pengecualian yang perlu kamu pahami dengan seksama.

Beberapa penyakit itu antara lain transplantasi organ, cuci darah, kelainan mata, check-up kesehatan gigi berkala yang bukan diakibatkan sebuah penyakit, biaya perawatan untuk diet yang menurunkan berat badan, biaya pengobatan alternative, dan lain sebagainya.

Setiap perusahaan asuransi kesehatan memiliki ketentuan polis yang berbeda-beda, demikian juga dengan daftar penyakit yang menjadi tanggungannya. Oleh karena itu, simak dengan betul daftar manfaat di dalam polis sebelum kamu memutuskan untuk membeli asuransi.

Bandingkan dan Ajukan Asuransi Lewat CekAja.com

Nggak usah ragu untuk membeli asuransi karena khawatir akan rugi. Kepemilikan asuransi kini makin untung dan mudah dengan pengajuan lewat media pembanding seperti CekAja.com.

Kami akan membantumu membandingkan produk-produk asuransi kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan, premi terjangkau, dan uang pertanggungan yang menguntungkan.

Jika kamu tertarik untuk mengajukannya, kamu cukup isi formulir pengajuan secara online, dan pengurusan selanjutnya akan dibantu oleh petugas terpercaya.

Jadi, menerapkan social distancing dijamin makin sip, sebab kamu nggak perlu repot mendatangi kantor cabang perusahaan asuransi. Yuk, bandingkan dan ajukan asuransi kesehatan sekarang juga!

Itulah tadi informasi dari poker mengenai Daftar Penyakit yang Tidak Dicover Asuransi Kesehatan oleh - tipspoduktif.xyz dan sekianlah artikel dari kami tipspoduktif.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Posting Komentar

 
Top